Cepu yang menawan, bagaimana mungkin aku tak mencintaimu...? betapa aku bangga padamu.. betapa aku marasa tersanjung menjadi bagian dari dirimu, betapa aku merasa berharga ketika aku mengatakan bahwa aku terlahir di Cepu, dengan bangga aku mengatakan bahwa rumahku adalah Cepu, ketika ada orang bertanya dari mana aku, dengan mantap aku katakan Cepu.
Bagaimana mungkin aku tak bangga padamu... beberapa tahun yang lalu, semua hal ada padamu.. Kata orang kau adalah miniatur Jakarta. Sampai-sampai ada orang berkata “Kalau ingin tahu Jakarta, ga usah jauh-jauh pergi ke sana, cukup lihat Cepu.” Banyak orang dari luar daerah yang datang dan kemudian menetap padamu.
Begitu dahsyatnya engkau, sampai-sampai hampir semua orang mengenalmu. Engkau lebih dikenal dari pada Blora sebagai Ibukota, maupun Bojonegoro sebagai kabupaten yang berbatasan langsung denganmu.
Aku akui, sebagai kota kecil, rahmat Allah ada pada dirimu.. sumber daya alam, setidaknya hasil minyak bumi dan kayu jati terbaik ada dalam pengelolaanmu.. bengawan solo-pun mengalir dan melintasimu.. bisa dibayangkan dampak dari hal itu seharusnya luar biasa, baik dari segi ekonomi dan devisa, peradaban dan gaya hidup, maupun pendidikan.